Menggendong Kekerdilan
Menggendong Kekerdilan
Anak-anak itu soal usia. Sedangkan kanak kanak adalah sifat yang biasanya melekat pada anak. Cirinya, menempatkan ‘aku’ sebagai poros utama (ego sentris). ‘Aku’ sebagai ukuran. Tak ada aku lain, apalagi kamu atau dia. Pun tak ada kita. Akunya memenuhi dirinya.
Manusia akan terus mendaki usia. Masa anak anak akan ditinggal, tapi sifat kanak kanĂ k tak mesti tanggal. Banyak manusia memilih menggendong ‘kanak kanaknya’ sepanjang usia. Menggenggamnya erat kemana mana: di rumah, di lingkungan sosial, di tempat kerja, di meja birokrasi, bahkan bisa sampai di panggung politik dan kekuasaan. Semua pentaskan ‘aku’.
Sifat kanak kanak pada masa anak akan terlihat jenaka dan menggemaskan. Tapi membawa kanak-kanak pada masa tua dan disembarang tempat, itu kekerdilan. Dan kekerdilan itu acap memuakkan dalam kehidupan sosial, menjengkelkan dalam pergaulan, tapi juga mengerikan jika berada dalam kekuasaan. Mungkin zaman ini dan di negeri ini makin banyak saja orang kerdil. Itu yang mungkin meresahkan Hatta hingga ia pernah bilang, “Bangsa besar tapi melahirkan orang orang kerdil”.
Feb 2021






