Bahaya Anak Berkendara Politik

0

Pada akhirnya, kita akan memahami mengapa anak-anak belum diperbolehkan mengendarai kendaraan bermotor sebelum waktunya. Alasannya sederhana: usia mereka belum matang, baik secara pikiran maupun emosi. Mereka masih labil. Anak belum memiliki kontrol diri yang cukup ketika tangan harus memegang gas dan kaki menginjak rem.

Sesuai tahap perkembangannya, fokus anak masih berpusat pada dirinya sendiri. Ia lebih mempertimbangkan keselamatan dirinya, namun sering kali abai terhadap keselamatan orang lain. Bahkan kadang terhadap keselamatannya sendiri, anak sering abai.

Dalam berkendara, anak cenderung suka kebut-kebutan. Emosinya mudah tersulut; sedikit saja terpancing, ia bisa kehilangan kendali. Karena itu, seseorang baru diperbolehkan mengendarai kendaraan ketika telah mencapai usia kedewasaan. Secara umum, batas ini ditetapkan pada usia 17 tahun, usia yang dianggap telah cukup matang dalam perkembangan.

Namun dalam praktiknya, kedewasaan tidak selalu identik dengan usia. Banyak orang yang bertambah tua, tetapi tak kunjung dewasa. Mereka membawa sifat kekanak-kanakan hingga usia senja.

Orang-orang seperti inilah yang sesungguhnya berbahaya. Bukan hanya dalam berkendara di jalan raya, tetapi juga dalam “mengendarai” mesin birokrasi, mesin politik, apalagi mengendarai mesin pembangunan. Ketika individu semacam ini memegang kendali kekuasaan, ia cenderung hanya berfokus pada kepentingan dirinya sendiri. Pikiran dan emosinya tidak stabil, sehingga ia tak mampu menakar kapan harus menekan gas dan kapan harus mengerem. Seperti anak-anak, ia mungkin gemar melaju kencang demi terlihat hebat, dan mudah marah ketika diingatkan.

Dalam praktek, batas usia dalam berkendara sering kali dilanggar. Demikian pula dalam “berkendara” politik misalnya. Namun yang lebih sulit dihindari saat ini adalah, hadirnya gelombang manusia berumur tapi masih menggendong sift kekanak-kanakan. Ia masuk dalam berbagai lini kehidupan. Ini menjadi sinyal buruk. Sifat kekanakan bukan hanya bahaya bagi pengendara lalu lintas di jalan raya, tetapi terlebih lagi bagi pengendara di lalu lintas kehidupan politik: Ia suka ngawur dan ugal-ugalan, dan karenanya perlu ditertibkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *