Screenshot_20250901_123559_Gallery

Manusia Merdeka

Sangar? Ya!. Kata-katanya suka keras dan pedas. Seperti tak ada filter ditenggorokannya. Semua yang ingin diomongkan lepas begitu saja. Ia merdeka dalam bicara, karena itu dijuluki manusia merdeka.

Tapi itu di TV. Atau di talkshow. Di luar itu, dia seorang humoris. Setidaknya itu pengalaman yang saya rasakan. Setiap ketemu dengannya selalu bercanda. Bahkan kadang tak penting apa yang dibicarakan.

Uniknya, Ia serius dalam bercanda. Jika orang tak kenal beliau, dikiranya kita sedang berantem. Padahal ujung obrolan kita selalu tertawa

Mungkin saya bukan orang yang tepat untuk diajak bicara serius. Dengan saya cukup bercanda saja. Dan bagi saya itu cukup.

Namanya Said Didu. Ia pernah menjabat posisi penting di BUMN. Pernah pula staf ahli di kementerian ESDM.

Menurut saya, Ia sosok yang sangat mencintai negerinya. Segala bentuk kemarahannya arahnya selalu demi bangsa dan negara. Setiap ada penyalahgunaan wewenang, apalagi pada bidang yang pernah digeluti, Ia selalu bersuara lantang.

Pak Said Didu menurut saya bukan hanya sosok individu. Pada dirinya telah ‘melembaga’ sebagai wakil rakyat karena kerapnya bersuara. Pak Said, nama akrab beliau, seperti penyambung lidah rakyat dalam menyuarakan aspirasi. Tugas yang semestinya melekat pada para wakil rakyat.

Alhamdulillah, secara kebetulan saya bertemu disebuah warung kopi malam itu. Lama kami tak jumpa. Sekali ketemu, kembali kami bercanda sepanjang pertemuan. Dan bagi saya, itu cukup.